Perbedaan Gejala Darah Tinggi Dan Darah Rendah

Perbedaan gejala darah tinggi dan darah rendah - Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Jantung memompa keluar darah ke sirkulasi umum dengan elastisitas dinding pembuluh, kapasitas pembuluh darah dan impuls saraf membantu menjaga tekanan darah. Bila tekanan darah sangat rendah, dan sirkulasi terganggu, pasien dikatakan shock. Darah adalah media transportasi nutrisi, gas, dan produk-produk limbah. Ini membawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel di mana ia digunakan dalam respirasi aerobik seluler. Ini mengangkut karbon dioksida ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh oleh pernafasan. Ini membawa nutrisi dari usus untuk menargetkan sel-sel di mana mereka digunakan dan disimpan. Sel dan lingkungan sekitar tergantung pada keseimbangan di mana darah memainkan peran penting. Sebuah suplai darah yang baik diperlukan untuk kelangsungan hidup sel. Tanpa pasokan darah yang baik, oksigen yang masuk ke sel-sel akan berkurang; nutrisi lebih sedikit masuk ke dalam sel dan produk-produk limbah terakumulasi dalam jaringan. Tanpa darah pasokan yang baik sel akan mati.

Penyebab Tekanan Darah Rendah: Tekanan darah dan denyut jantung adalah dua variabel utama dalam pengendalian perfusi. Banyak hal seperti jantung, paru, pencernaan, ginjal, trauma dan kondisi sistemik dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Gagal jantung (gagal jantung kiri), kelainan irama jantung, gangguan katup, miokarditis, kardiomiopati, penyakit jantung iskemik, emboli paru, diare berat dan muntah, diabetes insipidus, perdarahan, syok (hipovolemik, septik, anafilaktik dan neurogenik), gangguan inflamasi, protein serum rendah dan penggunaan yang tidak tepat dari obat-obatan dapat menurunkan tekanan darah.

Perbedaan Gejala Darah Tinggi Dan Darah Rendah

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi di atas normal untuk usia dan status klinis. Tekanan darah biasanya naik seiring bertambah usia karena hilangnya elastisitas pembuluh darah. Ini disebut hipertensi esensial. Tekanan darah bisa naik karena kondisi tertentu, juga. Perbedaan gejala darah tinggi dan darah rendah

Penyebab Tekanan Darah Tinggi: serum tinggi tiroksin, kortisol, adrenalin, noradrenalin, gagal ginjal, gagal jantung dan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah akibat kondisi lain disebut hipertensi sekunder. Penyebabnya harus diselidiki dan diobati untuk membawa tekanan darah tinggi sekunder menjadi turun.

Tekanan darah tinggi memberikan sebuah ketegangan pada jantung menyebabkan gagal jantung, pembesaran otot jantung dan kegagalan katup. Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan pecah pembuluh darah kecil di dalam otak, terutama, jika mereka kongenital melemah (malformasi arterio-vena). Hal ini menimbulkan stroke hemoragik (perdarahan ke dalam substansi otak). Tekanan darah tinggi kronis juga menyebabkan gagal ginjal.

Mengobati Tekanan Darah Tinggi: receptor blockers Angiotensin, inhibitor ACE, xanthine, kafein, diuretik, tiazid, spironolactone dan etanol meningkatkan berat air dan menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi selama kehamilan adalah hal yang dapat mematikan bagi janin. Hipertensi yang diinduksi kehamilan menyebabkan pra-eklampsia. Ini fitur tekanan darah tinggi, hilangnya protein dalam urin dan bengkak. Eklampsia menyebabkan kejang. Tekanan darah tinggi selama kehamilan menimbulkan kerusakan pada plasenta dan membahayakan suplai darah ke janin. Oleh karena itu, dalam kasus hipertensi berat, tekanan darah harus segera dengan cepat di bawah kontrol, kejang harus dicegah, dan kehamilan mungkin harus dihentikan.

Perbedaan Hipertensi dan Hipotensi


  1. Hipertensi tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi hipotensi segera menunjukkan gejala.
  2. Ciri-ciri Hipotensi seperti pusing, kelelahan, penglihatan kabur dan sementara fitur hipertensi seperti sakit kepala, lingkaran cahaya visual dan nyeri dada.
  3. Hipotensi tidak menyebabkan kejang selama kehamilan sementara hipertensi iya.
  4. Cairan intravena dan simpatomimetik dapat mengobati hipotensi sementara diuretik dan vasodilator mengobati hipertensi.

Ukuran Medis Darah Normal

Tekanan  darah ini ditulis dengan angka pecahan seperti 120/90 milimeter air raksa (mm Hg), yang dikenal dengan istilah spesifik sistolik dan diastolik. Sistolik merupakan angka pecahan yang berada di atas. Sistole menunjukkan tekanan pada arteri ketika jantung memompakan darah (kontraksi) ke seluruh tubuh. Diastolik merupakan angka pecahan di bawah, yang menunjukkan tekanan di arteri ketika otot jantung mengendur (relaksasi). Angka sistolik selalu lebih tinggi ketika jantung memompa daripada saat jantung mengendur. Angka normal sistolik pada usia di bawah 40 tahun (parameter saat ini) berkisar antara 90-120 milimeter Hg. Angka diastiolik berkisar antara 60-80 mm Hg. Tekanan yang berada dibawah ukuran itu disebut dengan tekanan  darah rendah (hipotensi).

Cara Atasi Tekanan Darah Rendah

Meskipun bukan sebuah penyakit, namun tekanan darah rendah bisa menjadi  tanda agar mewaspadai  kesehatan tubuh. Tips di bawah ini merupakan langkah cara mengatasi penderita tekanan darah rendah.

  1. Kenali Ciri-ciri Darah Rendah. Ciri-ciri penderita tekanan darah rendah bisa dikenali.  Namun pada penderita usia muda, tekanan darah rendah tidak menimbulkan ciri-ciri yang spesifik.  Penderita tekanan darah rendah pada usia lanjut, bisa menimbulkan gejala schok akibat kurangnya oksigen yang mengalir ke otak.  Ciri khas penderita akan terlihat pusing, mata berkunang-kunang, kebingungan, kurang konsentrasi, dan kadangkala penderita berlanjut ke pingsan. Mengenali gejala tekanan darah rendah akan mampu memberikan pertolongan dengan cepat.
  2. Beri Waktu Beradaptasi. Bila menemukan penderita hipotensi, segera minta untuk mencari tempat nyaman untuk istirahat. Segera baringkan di tempat datar dengan kaki lebih tinggi dari kepala agar aliran darah ke kepala menjadi lancar kembali.  Seseorang yang menderita tekanan darah rendah memerlukan waktu beberapa saat untuk mengembalikan tekanan darahnya agar kembali ke tekanan normal. Pada usia muda biasanya tidak memerlukan adaptasi. Namun pada penderita usia lanjut biasanya memerlukan waktu untuk beradaptasi.
  3. Risiko Penderita Pingsan. Risiko penderita tekanan darah rendah adalah pingsan tiba-tiba.  Bisa terjadi di tempat kerja, di jalan, di kendaraan, atau di tempat keramaian sekalipun. Usahakan untuk membawa obat-obatan untuk menaikkan tensi, agar pada saat dipelukan bisa langsung diberikan pertolongan. Cobalah untuk istirahatkan penderita, hindarkan dari tempat panas atau terlalu ber-AC dingin, hindari dari keramaian dan orang-orang yang menonton di sekitarnya. Bila sudah sadar, minumkan air putih untuk menormalkan agar darah tidak terlalu rendah. Bila perlu diberi  makan agar perut terisi.
  4. Akibatkan Schock. Kadangkala penderita darah rendah bisa mengalami schock, yang bisa mengakibatkan kehilangan kesadarannya. Tekanan darah yang menyebabkan schock terjadi akibat volume darah yang mengalir ke otak rendah sehingga terjadi pelemahan fungsi kerja jantung. Pada beberapa kasus bisa berakibat terjadi gagal jantung.
  5. Banyak Minum. Tekanan darah rendah bisa diatasi dengan minum air hangat manis untuk meningkatkan energi atau minum madu.  Selain itu, biasakan untuk mengonsumsi air putih setiap hari (sekitar 8 gelas air putih). Konsumsi air putih untuk menaikkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah dalam tubuh.
  6. Perbaiki Pola Makan. Hipotensi atau tekanan darah rendah biasanya ada pada mereka yang berpola makan buruk. Sebaiknya perbaiki pola makan sehari-hari dengan  makanan yang cukup kandungan gizi untuk menaikkan energi tubuh. Perbanyak memakan sayuran hijau untuk menambah zat besi atau haemoglobin darah.
  7. Sayuran-sayuran. Bisa juga mengonsumsi makanan yang bisa menaikkan tekanan darah seperti  daging, hati ayam, sayur-sayuran, kacang-kacangan, ikan-ikan dari laut, serta buah-buahan.  Disarankan mengonsumsi daging merah karena kaya akan protein hewani.  Hindari konsumsi daging berlebih karena berisiko penyakit cardiovaskuler. Sayuran yang disarankan seperti  jenis kacang polong, kacang hijau, kacang panjang, kol, bayam, kacang merah, lobak, sawi, brokoli, dan kentang. Sayur itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Bayam kaya akan kalium, Fe dan  rendah sodium, yang dapat menaikkan tekanan darah rendah, serta menjaga agar aliran darah tetap lancar.
  8. Buah-buahan. Buah-buahan untuk menaikkan tekanan darah rendah sangat dianjurkan. Seperti  buah tomat, mangga, jambu biji, apel atau pisang. Buah-buahan lainnya adalah buah naga, kesemek, sukun, kiwi, anggur, alpukat, sirsat, delima, kurma, dan strawberry. Buah naga banyak mengandung Vitamin A, memiliki manfaat untuk menaikkan darah pada penderita tekanan darah rendah. Buah kurma bermanfaat untuk atasi tekanan darah rendah. Buah Strawberry memiliki zat besi, antioksidan, dan vitamin, rendah lemak dan tinggi serat untuk menaikkan tekanan darah.
  9. Olahraga Cukup. Lakukan olahraga rutin setiap hari, meski hanya sekadar jogging atau jalan berkeliling kompleks.  Hal ini akan membantu melancarkan perputaran darah dalam tubuh.
  10. Konsumsi makanan penambah darah super cepat untuk meningkatkan darah dalam jangka waktu sehari.
  11. Hindari makanan penurun darah tinggi karena mungkin dapat memberikan efek bagi penderita darah rendah lebih drop.

Tekanan darah rendah sepertinya sepele, namun kadang bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan kita. Disarankan untuk  memperbaiki gaya hidup sehat sehari-hari; atur kesehatan fisik; atur kesehatan makanan; serta atur pola hidup (lifestyle). Hindari rokok  (Baca : Bahaya Merokok) dan minum alkohol, serta beristirahatlah yang cukup. Niscaya tekanan darah Anda akan terjaga dengan baik.