11.1.16

Penyebab Darah Tinggi Yang sering Diabaikan

Penyebab darah tinggi yang sering diabaikan - Darah Tinggi Adalah penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit lain seperti stroke, dan penyakit-penyakit lainnya seperti serangan jantung. Sangat sulit memastikan seseorang mempunyai tekanan darah tinggi atau rendah tanpa melalui pengukuran. Gejala-gejala yang ditunjukkan tidak spesifik dan hampir sama dengan gejala-gejala penyakit lain. Sebab itulah tekanan darah tinggi sering disepelekan.
Dalam kehidupan modern saat ini, penyakit darah tinggi mudah sekali didapatkan. Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi tidak ketahui secara pasti. Namun, sekitar 10 persen dari penderita darah tinggi sebelumnya telah mengidap infeksi pada ginjal.
Perubahan-perubahan hormon tertentu di dalam ginjal mungkin juga bisa menjadi penyebab darah tinggi. Ketegangan saraf juga memegang peranan penting sebagai pemicu munculnya darah tinggi. Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat anti-radang (anti-inflamasi) secara terus menerus juga bisa menyebabkan darah tinggi. Kalau rokok dan alkohol (alkoholik) rasanya tidak perlu lagi dituduh sebagai penyebab penyakit, keduanya sejak dulu sudah menjadi musuh bebuyutan kesehatan, kecuali alkohol yang memang ditujukan untuk usaha medis.
Tekanan darah yang normal adalah 120/70, dan masih disebut normal bila naik sampai 140/90. Jika lebih dari ini, maka sudah cenderung kepada tekanan darah tinggi, terutama jika tekanan darah sudah menyentuh 180/120. Angka yang diatas disebut dengan sistole dan angka di bawah disebut diastole. Namun tekanan diastole-lah yang menyusahkan dokter apabila naik. Tekanan diastole harus dijaga sedapatnya tidak melebihi 90. 

Penyebab Darah Tinggi Yang sering Diabaikan

  1. Mengkonsumsi Kafein Berlebihan
    Minum kopi atau kafein berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah di dalam tubuh seseorang. Penyebabnya adalah kafein yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan denyut jantung dan kerja jantung. Kerja jantung yang meningkat bisa menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat.
  2. Stress
    Stres bisa meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Orang yang stress, hipertensi pun bisa secara mendadak menyerangnya. Hormon penyebab stress yaitu hormon adrenalin di dalam tubuh bisa meningkatkan kinerja jantung. Akibatnya adalah denyut jantung meningkat dan jantung bisa lebih cepat memompa darah ke seluruh tubuh. Denyut jantung meningkat dan kinerja jantung yang meningkat bisa menyebabkan seseorang terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  3. Faktor keturunan
    Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.
  4. Pola makan
    Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
  5. Berat badan berlebih
    BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
  6. Faktor genetik
    Berdasarkan penelitian terakhir, penyakit darah tinggi bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya. Sehingga jika orang tua Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi, maka kemungkinan Anda terkena hipertensi cukup besar.
Banyak ahli kesehatan menganjurkan para penderita tekanan darah tinggi untuk mulai menyesuaikan gaya hidup mereka dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan. Dan jangan lupa untuk mengurangi bahkan menghindari jenis makanan penyebab darah tinggi yang diuraikan di atas. Dan yang terpenting untuk diingat adalah penderita darah tinggi bukan harus mengurangi porsi makan, namun lebih di tekankan pada memilih makanan yang sehat bagi tubuh.